Sudah lebih 7 bulan bekerja kembali di nobel.....
Setelah sebelumnya 4 tahun yg lalu mengundurkan diri dari Nobel....
Banya pengalaman yg harus di tumpahkan ke blog ini "even it is not necessary for anybody", tetapi akur harus menuliskan pengalaman manis dan pahit itu untuk manatap masadepanku danmenjadi garis catatan perubahan hidupku.
anganku melayang ke masa ketika miningglkan Nobel dengan senjata Axapta yg notabene akupun masih baru mengenalnya, tetapi keberanianku mengalahkan kemiskinanku akan pengetahuanku tentang mahluk bernama Axapta.
Inilah realita hidup yg harus kujalani "Show must Go on", seiring kepindahanku ke KIA yg berada di jakarta berarti homebaseku pindah ke kota SiDoel. banyak alasan untuk pindah, selain keberanianku untuk menjual pengetahuanku yg terbatas semuanya bermuara pada DOKU alias Money.
Setelah berguru, bertapa, bermeditasi di lembah KIA kurang dari 1 tahun ilmuku bertambah pesat sehingga keyakinanku aku bisa melawan Bramakumbara atau Raden Bentar jika dibutuhkan oleh Mantili untuk bertarung dalam kawah Axapta Candradimuka.... tentu saja mantili harus ngeluarin DOKU yg lebih besar. Dan hal itu terjadi ketika seorang bernama ib#u s#ti#o#ud# melamarku dng gaji yg lebih besar dan angan2 kebohongan yg SUPER HYPERBOLA.
Tidak lebih dari 1 tahun aku kembali ke kampung halamanku dengan gaji 350 persen lebih besar dari gajiku di Nobel sebelum keluar. Tetapi ketika aku pindah tidak tahu jika aku akan masuk kandang Macan, aku hanya punya minim informasi intelejen dari temanku yg bernama S#kri yg seharusnya menempati posisiku dalam kandang macan tsb. Sebagai konsultan tentu lebih banyak tantangan dan rintangan, aku berusaha untuk menyamakan diriku dengan konsultan professional pada umumnya walaupun No Training, No Classroom, No Teacher, No Book. Usahaku hanya mencari PDF, DOC dan buku gratisan dengan bantuan bang Google dan kang Yahoo.
Setelah 1 tahun lebih aku berhasil menambah ilmu yg banyak dng keadaan tertatih-tatih, bantingtulang untuk bisa melalui semua rintangan. Mulai perjalanan ke kantor -/+ 30 km kalau PP 60 km (pake motor guys....) belum lagi kalau harus ke CSK tempatku untuk implementasi Axapta pertamakali sebagai konsultan dan yg kedua jika sebagi Axapta User yang jauhnya 20 km dari kantor, sakit tetap masuk (sembari pulang lagi karena overload beban), hari minggu masuk, pulang kantor sampe rumah jam 8 malam kemudian teruskan membuat laporan harian sampai jam 10 malam. selanjutnya menyiapkan bahan untuk ke konsumen sampai jam 12 malam yg diteruskan dari jam 4 sampai 5 pagi sebelum mandi dan ke kantor.
Setelah mnegalami penggojlokan "yg sangat" di DIP (perusahaan preman bernama ib#u s#ti#o#ud# akhirnya aku dibajak oleh korban DIP yaitu perusahaan CSK. disini aku banyak mencoba semua yg telah kupelajari terhadap mahluk Axapta dan tentu sekaligus menambah banyak perbendaharaan pengetahuan dari segi bisnis proses.....
Wah... sepertinya kepalaku sudah tidak mampu menggali pengalamanku untuk saat ini....
Ceritanya akan bersambung di blogin berikutnya.... lagian setelah dari CSK aku pindah ke Nobel dan tentu saja alasannya DOKU yg lebih banyak.......
Tuesday, January 26, 2010
Sunday, February 1, 2009
Optimize Design Caption on Report
Caption of report is very helpful when we open the same report more then one and we need to compare the value of each report. This tips is using design caption to show parameters that very important to display at report caption. Even we use “print range“ at report parameter but it not helpfully when we open more then one of report. 
Here the way to solve the problem. In report “fetch” override caption design of report by redefine again.





Label:
DAX 4,
Dax Newbie,
Design Caption,
Development,
Reporting
Standard vs Actual Costing
Standard Cost dihitung berdasarkan nilai budget dan berbagai elemen yang berupa asumsi-asumsi seperti:
* Pemakaian material menurut standar BOM
* Harga material yang tetap
* Kapasitas produksi normal
* Cycle Time/Time consumed standard
* Labor Cost yang sesuai budget
* FOH yang sesuai budget
* etc
Dengan kata lain Standard Cost adalah biaya yang semestinya (telah dianggarkan/diperhitungkan) untuk membuat suatu produk. Standard Cost dapat diperoleh sebelum aktual produksi terjadi, sedang berjalan tidak perlu menunggu sampai akhir bulan setelah semua cost dikumpulkan dan dihitung.Biasanya digunakan untuk pricing awal dan diupdate setiap saat diperlukan (variance yang terjadi cukup besar).
Budget vs Aktual = Variance.
Keunggulan Standard Cost :
* Relatif lebih mudah didapat karena tidak memerlukan data lapangan yang berfluktuasi.
* Dapat dihitung sebelum closing / sewaktu-waktu
* Cost per produk relatif stabil selama asumsi tetap
Kelemahan Standard Cost :
* Bisa terjadi variance yang besar bila pemakaian asumsi-asumsi pelaksanaannya jauh berbeda
* Kurang "Aktual" / kurang menggambarkan keadaan nyata di lapangan/produksi
Actual Cost dihitung berdasarkan semua cost aktual jadi tidak berdasarkan asumsi-asumsi, semua data-data dikumpulkan dari pemakaian material, harga, cost labor aktual, cost FOH aktual, cycle time aktual. Padahal semua data-data tersebut belum tentu mudah didapatkan. Actual Cost lebih menuntut konsistensi data dan kebenaran data yang dikumpulkan jika terjadi kesalahan akan berakibat langsung ke Cost per produk.
Keunggulan Actual Cost :
* Lebih mendekati kenyataan lapangan
* Cost per produknya aktual pada periode tertentu
Kelemahan Actual Cost :
* Tidak semua data yang dibutuhkan mudah didapat
* Dihitung setelah closing
* Menuntut konsistensi pengumpulan data yang ketat
* Cost per produk bisa sangat berfluktuatif
Menurut pengalaman mengimplementasikan Actual Cost hasilnya kadang agak kurang memuaskan karena konsistensi data dan kebenaran data amat berpengaruh pada proses penghitungan cost. Fluktuasinya kadang ekstrem sehingga kadang menjadi membingungkan (menakutkan). Sedangkan untuk melaksanakan ABC kami belum berani karena banyak pertimbangan Saya pernah berpikir, Cost pada dasarnya alokasi karena tidak semua Cost dapat ditracking ke object Costnya.Jadi actual Costing yang benar2 aktual sulit sekali dihitung. Mungkinkan ada jalan tengah diantara keduanya?
Material Cost dapat ditracking ke produknya (walaupun tidak di semua industri) sehingga dapat dipakai pemakaian aktualnya baik quantity maupun amountnya. Namun kalau Cost Labor dan FOH belum bisa didapat nilai aktualnya sebelum closing maka Rate nya dapat dihitung terlebih dahulu dari budget.Material cost = Actual qty x Actual price Labor Cost = Actual time consumed x Rate Labor Standard FOH Cost = Actual time consumed x Rate FOH Standard Sehingga Variance yang terjadi hanya Labor & FOH Cost yang budgetnya relatif lebih tepat.
* Pemakaian material menurut standar BOM
* Harga material yang tetap
* Kapasitas produksi normal
* Cycle Time/Time consumed standard
* Labor Cost yang sesuai budget
* FOH yang sesuai budget
* etc
Dengan kata lain Standard Cost adalah biaya yang semestinya (telah dianggarkan/diperhitungkan) untuk membuat suatu produk. Standard Cost dapat diperoleh sebelum aktual produksi terjadi, sedang berjalan tidak perlu menunggu sampai akhir bulan setelah semua cost dikumpulkan dan dihitung.Biasanya digunakan untuk pricing awal dan diupdate setiap saat diperlukan (variance yang terjadi cukup besar).
Budget vs Aktual = Variance.
Keunggulan Standard Cost :
* Relatif lebih mudah didapat karena tidak memerlukan data lapangan yang berfluktuasi.
* Dapat dihitung sebelum closing / sewaktu-waktu
* Cost per produk relatif stabil selama asumsi tetap
Kelemahan Standard Cost :
* Bisa terjadi variance yang besar bila pemakaian asumsi-asumsi pelaksanaannya jauh berbeda
* Kurang "Aktual" / kurang menggambarkan keadaan nyata di lapangan/produksi
Actual Cost dihitung berdasarkan semua cost aktual jadi tidak berdasarkan asumsi-asumsi, semua data-data dikumpulkan dari pemakaian material, harga, cost labor aktual, cost FOH aktual, cycle time aktual. Padahal semua data-data tersebut belum tentu mudah didapatkan. Actual Cost lebih menuntut konsistensi data dan kebenaran data yang dikumpulkan jika terjadi kesalahan akan berakibat langsung ke Cost per produk.
Keunggulan Actual Cost :
* Lebih mendekati kenyataan lapangan
* Cost per produknya aktual pada periode tertentu
Kelemahan Actual Cost :
* Tidak semua data yang dibutuhkan mudah didapat
* Dihitung setelah closing
* Menuntut konsistensi pengumpulan data yang ketat
* Cost per produk bisa sangat berfluktuatif
Menurut pengalaman mengimplementasikan Actual Cost hasilnya kadang agak kurang memuaskan karena konsistensi data dan kebenaran data amat berpengaruh pada proses penghitungan cost. Fluktuasinya kadang ekstrem sehingga kadang menjadi membingungkan (menakutkan). Sedangkan untuk melaksanakan ABC kami belum berani karena banyak pertimbangan Saya pernah berpikir, Cost pada dasarnya alokasi karena tidak semua Cost dapat ditracking ke object Costnya.Jadi actual Costing yang benar2 aktual sulit sekali dihitung. Mungkinkan ada jalan tengah diantara keduanya?
Material Cost dapat ditracking ke produknya (walaupun tidak di semua industri) sehingga dapat dipakai pemakaian aktualnya baik quantity maupun amountnya. Namun kalau Cost Labor dan FOH belum bisa didapat nilai aktualnya sebelum closing maka Rate nya dapat dihitung terlebih dahulu dari budget.Material cost = Actual qty x Actual price Labor Cost = Actual time consumed x Rate Labor Standard FOH Cost = Actual time consumed x Rate FOH Standard Sehingga Variance yang terjadi hanya Labor & FOH Cost yang budgetnya relatif lebih tepat.
Standard vs Actual Costing
Standard Cost dihitung berdasarkan nilai budget dan berbagai elemen yang berupa asumsi-asumsi seperti:
* Pemakaian material menurut standar BOM
* Harga material yang tetap
* Kapasitas produksi normal
* Cycle Time/Time consumed standard
* Labor Cost yang sesuai budget
* FOH yang sesuai budget
* etc
Dengan kata lain Standard Cost adalah biaya yang semestinya (telah dianggarkan/diperhitungkan) untuk membuat suatu produk. Standard Cost dapat diperoleh sebelum aktual produksi terjadi, sedang berjalan tidak perlu menunggu sampai akhir bulan setelah semua cost dikumpulkan dan dihitung.Biasanya digunakan untuk pricing awal dan diupdate setiap saat diperlukan (variance yang terjadi cukup besar).
Budget vs Aktual = Variance.
Keunggulan Standard Cost :
* Relatif lebih mudah didapat karena tidak memerlukan data lapangan yang berfluktuasi.
* Dapat dihitung sebelum closing / sewaktu-waktu
* Cost per produk relatif stabil selama asumsi tetap
Kelemahan Standard Cost :
* Bisa terjadi variance yang besar bila pemakaian asumsi-asumsi pelaksanaannya jauh berbeda
* Kurang "Aktual" / kurang menggambarkan keadaan nyata di lapangan/produksi
Actual Cost dihitung berdasarkan semua cost aktual jadi tidak berdasarkan asumsi-asumsi, semua data-data dikumpulkan dari pemakaian material, harga, cost labor aktual, cost FOH aktual, cycle time aktual. Padahal semua data-data tersebut belum tentu mudah didapatkan. Actual Cost lebih menuntut konsistensi data dan kebenaran data yang dikumpulkan jika terjadi kesalahan akan berakibat langsung ke Cost per produk.
Keunggulan Actual Cost :
* Lebih mendekati kenyataan lapangan
* Cost per produknya aktual pada periode tertentu
Kelemahan Actual Cost :
* Tidak semua data yang dibutuhkan mudah didapat
* Dihitung setelah closing
* Menuntut konsistensi pengumpulan data yang ketat
* Cost per produk bisa sangat berfluktuatif
Menurut pengalaman mengimplementasikan Actual Cost hasilnya kadang agak kurang memuaskan karena konsistensi data dan kebenaran data amat berpengaruh pada proses penghitungan cost. Fluktuasinya kadang ekstrem sehingga kadang menjadi membingungkan (menakutkan). Sedangkan untuk melaksanakan ABC kami belum berani karena banyak pertimbangan Saya pernah berpikir, Cost pada dasarnya alokasi karena tidak semua Cost dapat ditracking ke object Costnya.Jadi actual Costing yang benar2 aktual sulit sekali dihitung. Mungkinkan ada jalan tengah diantara keduanya?
Material Cost dapat ditracking ke produknya (walaupun tidak di semua industri) sehingga dapat dipakai pemakaian aktualnya baik quantity maupun amountnya. Namun kalau Cost Labor dan FOH belum bisa didapat nilai aktualnya sebelum closing maka Rate nya dapat dihitung terlebih dahulu dari budget.Material cost = Actual qty x Actual price Labor Cost = Actual time consumed x Rate Labor Standard FOH Cost = Actual time consumed x Rate FOH Standard Sehingga Variance yang terjadi hanya Labor & FOH Cost yang budgetnya relatif lebih tepat.
Saturday, November 15, 2008
Create and Setup Item Master
Sebelum membuat sebuah item yang perlu dipikirkan adalah tipe item, kombinasi dimensinya (bentuk dan sifat dari item tsb / entiti dan properti), cara penjurnalannya secara akuntansi, model inventorinya, unit utamanya, pengelompokan barangnya, perlakuannya dalam transaksi.Untuk memulai membuat sebuah ite dalam DAX dilakukan di menu IM (Inventory Management) di main menunya terdapat “Item” Lalu klik dan selanjutnya tekan “CTRL + N” atau klik menu icon “New” di toolbar. Secara Default axapta akan mewajibkan (Mandatory) untuk mengisi Item Number, Item Type, Item Group, Inventory Model Group, Dimension Group. Saya akan menambahakan selain default yg ada diatas yang perlu di isi adalah Unit yg ada di tab “Quantity” terutama di colom inventory (Unit Inventory) hal ini untuk menghindari jika terjadi transaksi maka secara default unitnya blank jika kita memilih unit yg ada DAX akan meminta unitconversionnya









C4





C5




C6



Beberapa field/kolom yang perlu diisi (berdasarkan pengalaman pribadi dan untuk Standard Setup) beserta penjelasan singkatnya adalah sebagai berikut :
C3
C5
AR Report Cisangkan Version
This report create to support customizing of Invoice/faktur Cisangkan Version
Label:
Account Receivable,
AR Repor,
Cisangkan,
Customize,
DAX 4,
Dax Newbie,
repot
On-hand query form MBS Axapta 3.0 sp4
This from use to look for stock on-hand without reporting and to simplify query also to make user friendly. Thanks to my assistant Rony wijaya who was type the code to realize This form.
Subscribe to:
Posts (Atom)
